Jawab ini Saat Ditanya “Emang Milenial Bisa Apa?”

255

Dicap sebagai generasi yang susah diatur dengan slogan “You Only Live Once” dan cenderung “gila” akan pengalaman sehingga tak loyal dengan perusahaan membuat keberadaan Milenial ini dipertanyakan kontribusinya, “Emang milenial bisa apa?” begitu kata mereka.

Peselancar handal di dunia maya ini rupanya masih dipaksa unjuk gigi buat perubahan sampai ke depan plupuk mata! Tak jarang paradigma kontribusinya dinilai dari luar kacamata milenial.

Generasi Milenial seringkali dianggap sama dengan sohib terdekatnya, yaitu Generasi Z meski ternyata ada perbedaan di antara keduanya. Bahkan ada juga yang salah penggolongan sehingga semua yang kelihatan muda dipukul rata sebagai generasi Milenial.

Begini penggolongannya:

  • Baby Boomers, Lahir antara tahun 1944–1964 dan sat ini sudah berusia antara 56 sampai 76 tahun.
  • Gen X, lahir antara tahun 1965–1979 dan saat ini sudah berusia 41 hingga 55 tahun.
  • Gen Milenial/Y, lahir antara tahun 1980 sampai 1994 dan sudah berusia 26 sampai 40 tahun.
  • Gen Z, lahir antara tahun 1995 sampai 2015 yang saat ini berusia 5 sampai 25 tahun.

Bukan cuma Milenial, gen Z juga ikut kena getahnya. Setali tiga uang jadi hari ini kita mau bahas kontribusi kedua generasi ini. Nah, biar gak makin gondok tapi ogah juga kalo harus baku hantam gara-gara pertanyaan serupa, langsung kamu forward aja tulisan ini ya!

Kontribusi Milenial dan Generasi Z

1. Kuasai Bursa Efek Indonesia

Nyatanya, demografi investor individu mayoritas dikuasai oleh milenial lho! Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukan bahwa per 30 Juni 2020 investor individu yang berusia 30 tahun ke bawah mencapai 45,74% yang total asetnya mencapai Rp 11,67 triliun.

Diperkirakan jumlah investor yang berasal dari kalangan Milenial dan gen Z ini akan terus bertambah seiring dengan kecanggihan teknologi yang mempermudah pembukaan rekening, sehingga dapat diakses melalui smartphone kapan saja dan di mana saja.

2. Berperan dalam Lonjakan Ekonomi Digital

Dilansir dari akurat.co, Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan bahwa saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah startup paling banyak di dunia. Bahkan Indonesia menduduki peringkat no 5 lho!

Pada 2018 berdasarkan data Kemenkominfo telah lahir 525 startup. Itupun baru yang tergabung dengan programnya Kemenkominfo, padahal banyak program di luar kementerian yang mengakselerasi startup di Indonesia.

Sedangkan berdasarkan data situs registrasi perusahaan rintisan, startupranking.com tercatat Indonesia telah memiliki 2.079 perusahaan rintisan pada tahun 2019!

Nah, hubungannya dengan milenial terus apa dong? Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) mencatat, sebanyak 69,20 persen para pendiri startup tergolong sebagai generasi milenial dengan tingkat pendidikan mayoritas starta 1.

Bahkan data Google Temasek menyebutkan, perputaran uang dari ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 capai US$3 miliar!

3. Membangkitkan Ekonomi Kreatif

Milenial dan gen Z banyak yang terjun menjadi seorang entrepreneur, bisa dilihat dari beragam UMKM yang tercipta. Karena kemahirannya mengoperasikan teknologi, mereka melakukan transformasi bisnis salah satunya dengan melakukan digitalisasi.

Nah, UMKM ini telah menyumbang 60 persen dari total PDB dan menyerap 96 persen tenaga kerja lho! Sehingga dapat dikatakan bahwa UMKM merupakan penopang ekonomi nasional.

Meski pandemi sempat menghantam perekonomian nasional, rupanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terjadi peningkatan tansaksi daring sebesar 480%.

Walau baru 13 persen atau 8 juta dari total 64 juta pelaku UMKM yang terintegrasi dengan platform digital, angka ini diperkirakan meningkat seiring dengan perubahan cara kerja masyarakat yang menuju digitalisasi.

Selama kurun waktu 4 tahun, PDB ekonomi kreatif juga turus meningkat. Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), pada tahun 2014 PDB sektor ekonomi kreatif yaitu sebesar Rp. 784 triliun dan meningkat menjadi Rp. 1,105 triliun pada tahun 2018.

4. Peyumbang Bonus Demografi

Grafik penduduk Indonesia berdasarkan umur, bonus demografi dipimpin milenial dan gen Z
Grafik jumlah penududuk Indonesia berdasarkan umur pada tahun 2019

Dari grafik ini kita bisa melihat bahwa jumlah masyarakat usia produktif lebih banyak dibanding yang non produktif. Alhasil jumlah angkatan kerja pastinya makin banyak, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah masyarakat kelas menengah yang akan turut membangun perekonomian Indonesia.

Berdasarkan studi Bank Dunia Aspiring Indonesia: Expanding The Middle Class, 20 persen populasi masyarakat Indonesia tergolong sebagai kelas menengah yang memiliki pengeluaran Rp 1,2-Rp 6 juta perbulan. Mereka menyumbang 47 persen konsumsi nasional, 56 persen untuk pendidikan, kesehatan, dan hiburan.

5. Generasi Paling Optimis & Siap Kerja Sama

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Deloitte “The 2017 Deloitte Millenial Survey” menunjukkan bahwa milenial asal Indonesia memiliki opini yang positif dan siap bekerja sama berdampingan dengan generasi Z, milenial Indonesia menganggap generasi Z melek teknologi dan kreatif. Bahkan tingkat optimisme milenial Indonesia terhadap generasi Z jauh lebih tinggi dibanding pandangan milenial di negara-negara maju Eropa.

Karena bonus demografi hanya akan terjadi sekali dalam peradaban sebuah bangsa, tentunya semangat optimisme bekerja sama ini merupakan hal yang menggembirakan. Milenial dan gen Z dapat bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.

Nah, sekarang gak perlu insecure apalagi overthinking kalo ada yang nanyain kontribusi kamu ya!

Mau berkontribusi untuk pengembangan UMKM, PDB Nasional dan upaya mewujudkan kebebasan finansialmu? Yuk mulai investasi melalui platform JOINAN! JOINAN adalah platform investasi berbasis urun dana atau Equity Crowdfunding. Melalui JOINAN kamu dapat memiliki saham bisnis top yang kamu inginkan dan menikmati dividen yang akan dibagikan secara berkala.

Penulis: Mira Ayu Dwi Cahyani