You Only Live Once, antara Gaya Hidup dan Perencanaan Masa Depan

118

“Usia terlalu ringkas untuk dihabiskan tanpa melakukan perubahan.” — Najwa Shihab

Waktu kecil kalau ditanya ibu-ayah, teman atau tetangga tentang besar nanti mau jadi apa, gak sedikit yang jawabnya mau jadi dokter, pilot, musisi atau guru. Seiring berjalannya waktu, melalui proses pendewasaan, digempur masalah dan pengalaman, tak lupa galau soal cinta-cintaan, cita-cita pun turut berubah. Meski banyak juga yang tetap konsisten dengan cita-citanya. Hari, bulan, tahun kita lalui bersama dengan berproses di jalannya masing-masing.

Kini sudah banyak yang jadi UI/UX designer, data analyst/scientist, mobile application developer, social media marketer, digital marketer dan beragam keahlian baru yang tidak diduga kedatangannya. Bukan cuma yang cari kerja yang dibuat pusing dengan keahlian baru yang harus dikuasai, pemerintah juga dibuat sibuk persiapkan “yang muda” agar mampu terus berkarya dan mengisi kebutuhan industri dengan keahlian terbaru seputar teknologi.

Itulah disrupsi, di mana tatanan lama sama sekali terganti dengan tatanan baru yang menawarkan efektifitas dan efisiensi. Sistem lama mendapat tantangan relevansi, barang siapa menutup diri, ia akan tersungkur di fase stagnasi lebih parahnya lagi bakal digilas peradaban. Dulu kalau mau buat penginapan harus bikin sendiri bangunan 20 lantainya, lengkap dengan segala fasilitas dan furniture ciamik sesuai rate pelanggan.

Kini, dengan bantuan aplikasi yang kamu unduh di ponsel pintarmu, kamu dapat sewakan kamar kosong di rumahmu meski hanya beratap plafon tanpa ukiran klasik a la romawi kuno dan kasur busa dengan sprei bunga-bunga, ya! Masih cukup nyaman bila dibanding harus rebahan di emperan ruko atau pom bensin. Terobosan ini sangat membantu traveler dengan budget minimum untuk tetap aman dan nyaman dalam perjalanannya.

Di bidang investasi? Ada JOINAN yang memudahkan kamu untuk investasi di UMKM yang kamu suka, lagi dan lagi besaran modal ramah di kantong milenial. Jadi mulai sekarang udah gak relevan alasan gaji habis untuk belanja online, investasi semudah menjentikkan jari untuk kebahagiaan di masa depan.

Saatnya Milenial dan Gen Z yang Investasi

Di tengah gegap gempita glorifikasi terhadap milenial apalagi dengan adanya bonus demografi menjadi senjata Indonesia guna meraup untung di era abundance (keberlimpahan) akibat revolusi industri 4.0. Kita sampai lupa kalau milenial juga akan mengalami masa tua, begitu juga dengan generasi Z. Milenial yang lahir pada tahun 1981–1996 kini sudah berumur 24 hingga 39 di tahun 2020! Sedangkan generasi Z yang lahir tahun 1997 masih berumur 23 tahun di tahun ini, masih ada waktu untuk mempersiapkan masa tua yang penuh kebahagiaan.

Untuk milenial? Sebuah survei mengatakan skala prioritas kebutuhan milenial saat ini yaitu rumah, investasi dan masa tua. Harga rumah yang dari tahun ke tahun selalu naik secara ugal-ugalan bikin milenial makin sulit punya rumah sendiri. Nah, gimana nanti pas masa tampuk kekuasaannya gen Z? Aduh, mau tinggal di mana kita. Meski sudah banyak produk investasi menawarkan kemudahan di bidang properti, dan makin banyak milenial dan gen Z yang melek finansial, bahkan banyak dari mereka yang belum tertarik berinvestasi.

Kebanyakan dari kedua generasi ini menganggap bahwa belum saatnya melakukan investasi, masa muda cukup dijalani dengan slogan “You Only Live Once”, hamburkan uang sambil ongkang-ongkang kaki. Iyasih, nggak ada salahnya break sejenak dari hiruk pikuk ambisi pribadi dan tuntutan korporat. Kayak lirik lagunya Padi “bukankah hidup ada perhentian, tak perlu kencang terus berlari” tapi yaa nggak masa muda lo habisin tanpa perhitungan resiko yang matang juga bray!

Kini usia harapan hidup manusia meningkat sampai usia 80 tahun, kalau kita harus pensiun di usia 55 tahun, itu berarti masih ada 25 tahun lagi hidup yang harus lo jalani. Di usia yang sudah tidak lagi produktif ditambah hal tak terduga yang kemungkinan terjadi tanpa bisa diprediksi seperti terserang penyakit, sudah sepatutnya kita memiliki investasi sebagai passive income dan “pegangan” untuk masa tua. Kalau ini dibiasakan sedari muda dan dilakukan secara konsisten dan disiplin, konsep “You Only Live Once” bukan hanya dapat kamu rasakan manfaatnya di masa muda, tapi juga masa tua. Masa tua jadi lebih penuh kepastian dan kualitas hidup tentunya membaik.

Dengan uang lima ratus ribu di tahun ini, kita bisa makan enak di restauran favorit kita. Tapi 10 tahun lagi sudah pasti harganya naik, sedangkan gaya hidup milenial yang identik dengan serba instan dan cepat juga menghasilkan pola perilaku konsumtif. Kalo nggak direm kebiasaan ini akan memperburuk kualitas hidup. Gak mau kan, kalau uang gajiannya habis untuk bayar tunggakkan kredit atau latte factor?

Mau berkontribusi untuk pengembangan UMKM, PDB Nasional dan upaya mewujudkan kebebasan finansialmu? Yuk mulai investasi melalui platform JOINANJOINAN adalah platform investasi berbasis urun dana atau Equity Crowdfunding. Melalui JOINAN kamu dapat memiliki saham bisnis top yang kamu inginkan dan menikmati dividen yang akan dibagikan secara berkala.